Powered By Blogger Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Online Marketing

Subscribe Now

Monday, December 27

Kutipan dan Daftar Pustaka

KUTIPAN / SUMBER REFERENSI PENGERTIAN
 
Buku, makalah, atau jurnal yang digunakan sebagai bahan masukan bagi penulis, untuk menguatkan karya tulis yang mereka buat.
Kutipan juga berarti pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang majalah. Diperkenankan tapi tidak berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya terdiri dari kutipan-kutipan.
Kutipan juga sebagai bukti menunjang pendapat tulisannya yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah
Kutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah. Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.

PRINSIP MEMBUAT KUTIPAN

Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya.Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepadaorang yang pendapatnya dikutip, dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.Cara penyebutan kutioan ada 2 cara, yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ). Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.


HAKEKAT KUTIPAN

          •Pada dasarnya referensi ditulis sebagai bukti dari teori-teori atau hal-hal yang hendak mereka sampaikan. Referensi juga dibuat untuk melengkapi karya tulis yang mereka buat.
          •Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencantumkan kutipan / sumber referensi:
          •Cantumkan nama pengarang dan tahun terbit dengan format sebagaimana yang telah disebutkan
          •Untuk kutipan langsung, nomor halaman harus disebutkan.
          •Untuk kutipan tidak langsung, nomor halamannya bisa disebutkan atau bisa juga tidak disebutkan.
          •Gunakan tanda baca “.” di antara tahun dan nomor halaman, diketik tanpa spasi.

JENIS-JENIS KUTIPAN

Kutipan Langsung

Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasilkarya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkanreferensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomorhalamannya.

a.   Jika jumlah kata kutipan tidak lebih dari tiga baris, kutipan tersebutdiketik dengan jarak dua spasi dan diberi tanda petik.
b.  Jika jumlah kata kutipan lebih dari tiga baris, kutipan diketik padagaris baru, sejajar dengan awal alinea baru, berjarak satu spasi, dantanpa tanda petik:Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 danpemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leadingdi Kabupaten Bantul.”

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman.
Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain

TEKNIK KUTIPAN

Kutipan Tidak Langsungadalah kutipan dengan mengambil pendapat/ uraiandari buku/ sumber lain yang penyajiannya dengan bahasan sendiri.
Contoh :
Sehingga ada 3 kategori pembagian barang dan jasa menurut hubungannya yaitu
barang komplementer, barang subtitusi, dan barang bebas.
Kutipan Langsungadalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik dengan susunan kata-katanya maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya 5 (lima) baris atau lebih, diketik ber spasi 1 (satu) dengan
mengosongkan lima ketik dari garis batas / margin sebelah kiri dengan tidak diberi tanda kutip.
Contoh :
Menurut Sunarto, dalam bukunya berjudul Perpajakan (2002:46), yang dimaksud dengan Objek pajak adalah
Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kelkayaan wajib pajak ynag bersangkutan , dengan nama dan dalam bentuk apapun.
Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh :
“Jelas,” kata Prof. Haryati, ”kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”


CONTOH KUTIPAN DALAM MENULIS ILMIAH
      Contoh kutipan dalam teks:
Buku/karya tulis oleh seorang pengarang

      Contoh:
One eminent scholar argues that “the Confucian-Islamic connection...has emerged to challenge Western interests, values and power” (Huntington 1993, 45)
Alternatif lain adalahkutipan tersebut bisa ditulis dengan menggunakan nama pengarang dalam teks.

      Contoh:
huntingtion (1993, 45) argues that ”the Confucian-Islamic connection...has emergad to challenge Western interests, values and power”
Buku / karya tulis oleh banyak pengarang

      Contoh:
A growing concern is that „[c]lass analysis has been strangely absent from the..writingabout Indonesian society and politics‟ (Tanter and Young 1990, 7)
Dua atau lebih buku/karya tulis dalam dua tanda kurung yang sama

      Contoh:
There is increasing recognition that „[t]he middle class has achieved a degree of prominence in the politics of Asua in recent years‟ (Robinson & Goodman 1992, 322, see also Koo 1991; Tanter & Young 1990).
Alternatif yang lain adalah generalisasi yang dikenal dalam sejumlah buku/karya tulis dapat ditulis tanpa menggunakan nomer halaman:

      Contoh:
There is increasing recognition that „[t]he middle class has achieved a degree of prominence in the politics of Asua in recent years‟ (Robinson & Goodman 1992, see also Koo 1991; Tanter & Young 1990).
Catatan: Susun daftar buku/karya tulis menurut urutan tahun penerbitan

DAFTAR PUSTAKA

Unsur unsur dalam Daftar Pustaka

1.       Penulis. Mencakup penulis utama, pendamping (bila ada) dan editor (bila ada). Nama penulis umumnya terdiri dari 3 bagian : nama sendiri (given name), nama tengah (middle name),nama keluarga (family name). Cara penulisannya dalam daftar pustaka adalah dengan menyebutkan nama keluarga terlebih dahulu.
2.        Judul. Ditulis secara lengkap, dengan nomor edisi bila ada
3.       Fakta-fakta penerbitan. Mencakup kota tempat penerbitan buku itu, nama penerbit dan tahun penerbitan. Jika perlu sertakan cetakan ke berapa.
4.       Untuk artikel atau tulisan di majalah, perlu ditulis :
- Nama Pengarang (jika ada);
- Untuk artikel yang tidak disertai nama pengarang (anonim) maka dicantumkan Judul
Artikel dalam tanda kutip, yang diikuti dengan keterangan dalam kurung siku ([])
tentang jenis tulisan seperti berita atau tajuk;
- Nama Surat Kabar/Majalah (dengan huruf italic); dan
- Data Penerbitan, yakni: nomor, bulan dan tahun, kemudian halaman-halaman di
mana artikel itu dimuat.

Penyusunan Daftar Pustaka
Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu     
dari tiga sistem berikut :
a.    Nama dan Tahun (Name and Year System).  Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.
b.    Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System).  Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.
c.     Sistem Nomor (Citation Number System).  Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.

Urutan penulisan daftar  pustaka:
Tahun, Seri, Halaman, Penerbit, Kota, Volume, Nomor

Tahun_Publikasi
Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.
Judul_Buku, Judul_majalah, Judul_Artikel
Judul buku : huruf miring, huruf kecil.
Judul artikel : huruf tegak, huruf kecil.
Judul majalah/jurnal : huruf miring, huruf besar-kecil.

Seri
Merupakan nomor edisi atau nomor jilid.

Volume
Merupakan nomor volume

Nomor
Merupakan nomor urut terbitan di dalam tiap volume majalah atau jurnal umumnya dicirikan dengan nomor terbitan, volume dan tahun.

Halaman
Kalau hanya satu halaman, format: pnn. nn adalah nomor halaman. Kalau lebih dari satu halaman, format:
ppna-ppnb. na: nomor awal. nb: nomor akhir.

Penerbit
Merupakan nama penerbit. Hati-hati, jangan rancu dengan nama pencetak.

Kota
Merupakan kota tempat penerbit. Jika ada lebih dari satu nama, pilih yang pertama tertulis.
Contoh: Gombong, Jawa Tengah
Englewood Cliffs, N.J.

Teknik Penulisan
A.   Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku,
a.    pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan,
b.    kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku,
c.     ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik),
d.    keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan
e.    kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:

·       Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
·       Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.

B.    Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama.
a.    Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua ingat dimulai dari nama belakang ya. Setelah penulisan nama kedua selesai dengan cara penulisan sama seperti nama pertama, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai,
b.    Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik).
c.     Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok.
d.    keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir
e.    kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok. Seperti contoh dibawah ini:

·       Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
·       Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.


Referensi:

Related Posts


0 Comments:

Post a Comment

Popular Posts This Months

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...