Powered By Blogger Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Online Marketing

Subscribe Now

Saturday, October 2

Pola dan Unsur Kalimat


Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia
Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat
dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari
beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar
tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah
yang berlaku. Pola dasar kalimat bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

1.      Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:

(1) Mereka / sedang berenang.
S              P (kata kerja)
(2) Ayahnya / guru SMA.
S              P (kata benda)
(3) Gambar itu / bagus.
S              P (kata sifat)
(4) Peserta penataran ini / empat puluh orang.
S                                              P (kata bilangan)
2.      Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. Misalnya:
(5) Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah.
S                              P                              O
3.      Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Misalnya:
(6) Anaknya / beternak / ayam.
S                    P             Pel.
4.      Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Misalnya:
(7) Dia /  mengirimi / saya  /  surat.
            S                  P              O             Pel.
5.      Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan keterangan. Misalnya:
(8) Orang itu / berasal / dari Surabaya.
S                P                            K
6.      Kalimat Dasar Berpola S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. Misalnya:
(9) Saya / memasak / makanan / di dapur.
S              P                      O                     K






Unsur-Unsur dalam Kalimat Dasar
  1. Subjek
Ciri-ciri:
v  Jawaban atas pertanyaan "Apa" atau "Siapa" kepada Predikat.
Contoh: Juanda memelihara binatang langka.
Siapa yang memelihara? Jawab: Juanda, maka "Juanda" adalah subjek sedangkan "memelihara" adalah predikat. Sedangkan siapa atau apa binatang langka tidak menghasilkan jawaban.
v  Biasanya disertai kata itu, ini, dan yang.
Contoh: Anak itu mengambil bukuku.

  1. Predikat
Ciri-ciri:
v  Menimbulkan pertanyaan "Apa" atau "Siapa".
Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabnya (lihat contoh ciri-ciri subjek pertama). Subjek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.
v  Kata Adalah atau Ialah
Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.
v  Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedangm belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek) seperti ingin, hendak, dan mau.
  1. Objek
Ciri-ciri:
v  Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakag predikat, tidak pernah mendahului predikat.
v  Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.

v  Didahului Kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.
  1. Pelengkap
Ciri-ciri:
v  Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya pada kalimat berikut:
a. Diah mengirimi saya buku baru.
b. Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.
Unsur kalimat "buku baru" dan "sepeda baru" di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.
v  Hasil Jawaban dari Predikat dengan Pertanyaan "Apa".
Contoh: Pemuda itu bersenjatakan parang.
Bersenjatakan apa? Jawab: parang, maka "parang" adalah pelengkap.
  1. Keterangan
v  Dapat dipindah-pindah posisinya.
Contoh:
Cintya sudah membuat tiga kue dengan bahan itu. (SPOK)
Dengan bahan itu Cintya sudah membuat tiga kue. (KSPO)
Cintya dengan bahan itu sudah membuat tiga kue. (SKPO)
"Dengan bahan itu" adalah keterangan dari kalimat-kalimat di atas. Dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO, jika tidak dapat dipindah maka bukan keterangan.




Related Posts


0 Comments:

Post a Comment

Popular Posts This Months

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...