Powered By Blogger Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Online Marketing

Subscribe Now

Friday, March 9

Etika dan Proffesionalisme TSI


Pengertian Etika dan Profesionalisme dalam TSI

Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika adalah nilai-nilai, dan asas-asas moral yang dipakai sebagai pegangan umum bagi penentuan baik buruknya perilaku manusia atau benar salahnya tindakan manusia sebagai manusia (Soleh Soemirat, 2005:169). Etika mengacu pada sistem nilai dengan apa orang menentukan apa yang benar dan apa yang tidak benar, yang adil dan tidak adil, yang jujur dan tidak jujur. Etika terungkap dari perilaku moral dalam situasi tertentu. Peran etika dalam kehidupan pribadi dan praktisi sendiri juga sama pentingnya. Jadi dapat dikatakan etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Profesi
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.

Profesionalisme
Berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987). Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Sifat dan orientasi kode etik hendaknya:
  1. Singkat;
  2. Sederhana;
  3. Jelas dan Konsisten;
  4. Masuk Akal;
  5. Dapat Diterima;
  6. Praktis dan Dapat Dilaksanakan;
  7. Komprehensif dan Lengkap, dan
  8. Positif dalam Formulasinya.


Adapun beberapa aturan tertulis tentang etika dalam penggunaan Teknologi Sistem Informasi:

Aturan mengenai Etika:
  1. Anda tidak boleh menggunakan komputer untuk menyakiti orang lain.
  2. Anda tidak boleh mengganggu pekerjaan komputer orang lain.
  3. Anda tidak boleh mengendus-endus berkas-berkas orang lain.
  4. Anda tidak boleh menggunakan komputer untuk mencuri.
  5. Anda tidak boleh menggunakan komputer untuk membuat kesaksian palsu.
  6. Anda tidak boleh menggunakan atau menyalin perangkat lunak komersial yang anda tidak beli.
  7. Anda tidak boleh menggunaan sumberdaya komputer orang lain tanpa otorisasi.
  8. Anda tidak boleh menyediakan hasil intelektual dari orang lain.
  9. Anda harus memikirkan konsekuensi-konsekuensi sosial dari program yang anda buat.
  10. Anda harus menggunakan komputer dengan cara-cara yang menunjukkan konsiderasi dan kehormatan.


Mengapa Menggunakan TSI

Dalam era kini, informasi dipandang sebagai aset atau sumber yang setara dengan sumber-sumber berharga lain dan juga mempunyai kekhususan persoalan dan pengelolaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen khusus yaitu sistem manajemen informasi dengan pengelolanya yang khusus yaitu manajer informasi. Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis :
Privasi : rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
Akurasi : autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
Properti : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
Aksesibilitas : hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Hal-hal inilah yang kemudian menimbulkan kesadaran bahwa penting unuk ditetapkan dan diterapkan suatu standar etika dalam bidang TI
Kapan Menggunakan TSI

TSI dapat digunakan kapan saja ketika berhubungan dengan komputer atau perangkat lainnya yang dapat memproses atau memberikan informasi. Khususnya pada bidang yang memerlukan dan memproses informasi secara terus-menerus seperti bidang perbankan dimana penggunaan TSI yang terbaru dapat mengalahkan saingan-saingannya karena pemrosesan informasi yang lebih cepat, akurat, dan efisien.

Siapa Saja yang Menggunakan TSI

TSI dapat digunakan oleh siapa saja yang menggunakan perangkat yang menghasilkan, memproses, atau menampilkan informasi baik itu komputer, tablet, maupun telepon seluler. Penggunanya pun tidak terbatas kepada pengguna yang mengerti dan memahami teknologi hingga mendalam, sehingga etika dan profesianalisme dalam menggunakan TSI pun penting untuk dipelajari oleh pengguna baik yang sudah mahir maupun yang masih awam. Karena penting sekali untuk menghormati sesama pengguna TSI dan tidak mengganggu para pengguna TSI yang lainnya dalam beraktifitas.


Related Posts


0 Comments:

Post a Comment

Popular Posts This Months

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...